Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Kebersamaan Cugensa

Kebersamaan adalah sesuatu yang sangat berharga baik kebersamaan dalam keluarga maupun kebersamaan bersama teman, sahabat. Dalam kebersamaan kita saling berbagi dan dalam kebersamaan ada kebahagian yang In Shaa Alloh dalam Kebahagian akan meningkat hormon endosprit sehingga bisa Sehat... Aamiin. Ibarat sebatang lidi akan mudah untuk dipatahkan, tetapi kumpulan lidi yang terikat erat maka akan sulit untuk terpatahkan.. semoga ikatan persaudaranaan ini jangan terpatahkan ya Sahabat-sahabat baikku. Kebersamaan lebih bermakna dan terkenang setelah kita merasa kehilangan. Kehilangan akan lebih bermakna ketika kita saling merindukan.. Rindukah sahabat suatu saat kita jauh??? Persaudaran / persahabatan yang berlandaskan kasih sayang dan keikhlasan In Shaa Alloh akan melahirkan keabadian dalam kebersamaan Kebersamaan Warga Cugensa di Kampung Awi, Sukaresmi. Rindu suatu saat nanti sahabat-sahabat baikku...

RENCANA PENGEMBANGAN MASJID SMPN 1 CUGENANG

Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat untuk mencapai makna dan tujuan. Sebagai contoh: sarana pendidikan diartikan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, misalkan buku, tas, pulpen, komputer dan lain-lain. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Sebagai contoh, prasarana pendidikan berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan misalnya, lokasi, bangunan sekolah, lapangan olahraga, kantin dan lain-lain. Sekolah yang memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap sangat menunjang proses pendidikan di sekolah. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 menyebutkan sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah sedangkan prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah. Prasarana pendidikan diklasifikasikan menjadi dua macam, pertama: prasarana pendidikan secara langsung digunakan untuk proses pembelajaran sepert...

Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Dalam Permendikbud No 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah disebutkan bahwa Kepal Sekolah yang sedang menjabat Kepala Sekolah belum memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Penguatan kepala Sekolah Pada Permendiknas No. 13 Tahun 2007 Tentang Syandar kepala Sekolah menyebutkan bahwa Kepala Sekolah merupakan pimpinan tertinggi di Sekolah wajib memiliki 5 Kompetensi yaitu: Kepribadian, Managerial, Kewirausahaan, Supervisi, dan Sosial.  Kualitas Mutu Sekolah sangat berkaitan dengan kualitas kepemimpinan Kepala Sekolah. Hampir tidak ada Sekolah bermutu tanpa kepala sekolah yang bermutu Diklat Pengutan Kepala Sekolah sangat besar manfaatnya dalam meningkatkan kualitas mutu sekolah, memperkuat kompetensi kepala sekolah pada managerial, kewirausahaan, supervisi, Kepemimpinan Perubahan, pengembangan Sekolah Berdasarkan 8 SNP. Selain itu hal yang paling penting adalah untuk menguatkan Pengetahuan, Ketrampilan dan Sikap. Materi Diklat sebagai berikut: ...

Metode Observasi pada Mata Pelajaran IPA

Pengamatan KBM dalam penggunaan Metode, Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam upaya memperbaiki proses pembelajaran agar tidak membosankan maka Guru dituntut lebih kreatif dan inovatif. Metode Observasi adalah pengatamat langsung menggunakan alat indra atau alat bantu penginderaan suatu obyek. Observasi merupakan metode yang dilakukan dengan indra dan instrumen sebagai alat bantu ini dilakukan pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Cugenang oleh Ibu Hetie Darmiatie S.Pd. Pembelajarn IPA ini dengan metode onservasi pada obyek disekitar sekolah. Penggunaan Metode observasi ini dapat : 1. Melatih siswa agar peka terhadap peristiwa 2. Melatih siswa dalam mengambil keputusan yang tepat 3. Memperluas pengalaman siswa Kelebihan Metode observasi : 1. Mudah pelaksanaannya 2. Siswa tertantang 3. Melatih siswa ktritis 4. Pemenuhan rasa ingin tahu Langkah-langkah metode observasi : 1. Pengamatan 2. Pengumpulan data/ Inventarisasi 3. Analisis, Interprestasi, Evalua...

Kegiatan Sapa Pagi (5S) SMP Negeri 1 Cugenang

Sekolah merupakan wadah dalam pembentukan karakter peserta didik oleh Guru, dan semua warga sekolah kepada Peserta Didik. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru dan warga sekolah lainya yang dapat dilakukan dalam membentuk karakter peserta didik, salah satunya yang paling sederhana adalah menerapkan Pembiasaan 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) Pendidikan karakter perlu dibentuk dan dibina sejak dini serta berkelanjutan. Pembiasaan 5S adalah untuk membiasakan diri agar selalu senyum, salam, sapa, sopan santum saat berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekolah atau di mana saja berada. SMP Negeri 1 Cugenang menerapkan pembiasaan 5S ini diawali dengan Sapa pagi setiap hari sekolah dari jam 06.15 oleh guru dan Pengurus OSIS. Harapan dengan kegiatan Pembiasaan 5S ini menjadi karakter yang baik dalam diri siswa dan kami semua warga SMP Negeri 1 Cugenang sehingga akan terbentuk Budaya Mutu. Kegiatan Sapa Pagi Cugensa

Best Practice TPMPS SMPN 1 Cugenang Tahun 2019

PENINGKATAN KEPEDULIAN SISWA DALAM MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH MELALUI GERAKAN TSP DAN BEBAS KOMIBA A.   Latar Belakang Sekolah adalah lembaga pendidikan yang bertugas menciptakan budaya mutu untuk mengembangkan dan mencapai tujuan pendidikan nasional yang telah dicanangkan pemerintah.Dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional yang dituangkan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, sebagai pusat pengembangan mutu sekolah setiap satuan pendidikan bertanggung jawab atas ketercapaian mutu yang diharapkan. Sekolah merupakan instansi pendidikan yang di dalamnya terdapat siswa, guru dan tenaga administrasi sekolah.Lingkungan kerja yang aman dan nyaman dibutuhkan agar produktifitas kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, dan siswa mampu meningkatkan tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.  Untuk itu diperlukan manajemen lingkungan sekolah yang memadai.Lingkungan sekolah memberikan pengaruh yang besar dalam pembentukan berbag...

Analisis Instrumen PMP Tahun 2019 di SMP Negeri 1 Cugenang

Upaya peningkatan mutu pendidikan dapat diwujudkan dengan upaya perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu, upaya membangun budaya mutu pada Satuan pendidikan.  Budaya mutu merupakan  kebutuhan semua warga satuan pendidikan yang tidak bisa ditawar. Satuan Pendidikan harus bisa mengimplementasikan SPMI secara mandiri dan berkelanjutan agar terwujud Budaya Mutu. Mutu Pendidikan pada Satuan Pendidikan tidak bisa berjalan baik dengan kualitas/Mutu Lulusan  tanpa ada komitmen yang kuat dari Kepala Sekolah dan semua warga sekolah. Siklus SPMI dijalankan dan diimplementasikan secara mandiri dan berkelanjutan oleh semua warga. SMP Negeri 1 Cugenang pada tahun 2019 ini adalah tahun ke-3 dalam menjalankan SPMI dengan binaan LPMP Jawa Barat. Pada setiap tahun Capaian raport Mutu pada tahun sebelumnya menjadikan acuan yang dijadikan kekuatan, kelemahan dalam mencari Rekomendasi suatu permasalahan.  Berawal analisis raport Mutu oleh TPMPS yang menghasilkan...